23102008020Spirituality dari Perjalan tour dan Meditasi yang diadakan pada hari kathina, dimana pelaksanaan banyak dilihat dari setiap perjalanan yang dilakukan, berdasarkan niat iklas untuk science dharmma, di praktekkan dari setiap kehidupan sehari-hari, disaat Meditasi dapat dilihat dengan spirituality dari jasmani, rohani dengan Meditasi.

Kesadaran dalan hal meditasi adalah prilaku yang dilakukan oleh seorang meditator, dengan latihan yang baik dilakukan setiap latihan, pola hidup baik dalam latihan meditasi, berupa apa saja?, pengendalian suatu wujud keperdulian pada diri, jika latihan dengan konsentrasi yang baik, maka prilaku yang dilakukan juga akan baik, kesadaran hal meditasi banyak yang perlu dipelajari, berupa niat, perhatian, konsentrasi, sikap dan prilaku yang mencerminkan keperibadian dan moral yang menunjukan suatu hasil perkembangan latihan itu. Para meditator banyak hal yang dilihat dengan jelas, berupa setiap latihan hal ritual juga sangat memegang peranan penting dalah hal meditasi kesadaran itu, apakah suatu latihan mempunyai dampak perhatian bagi yang lain?, dampak yang telihat berupa pola pikiran yang berubah-ubah, liar, dan bagi meditator kewaspadaan adalah hal yang penting. apa yang disabdakan oleh sang Buddha sebagai berikut ini:

“Sududdasam sunipunam yattha kamanipatinam cittam rakkhetha medahavi cittam guttam sukhavaham”

“Pikiran itu sunggu sukar diawasi. Ia amat halus dan senang mengembara sesuka hati. Karena itu hendaklah orang bijaksana selalu menjaganya. Pikiran yang dijaga dengan baik akan membawa kebahagiaan”.

borobudur2_800jakartaSprituality dari kegiatan dari Rapat SAGIN yang diadakan bersaman pada waktu berjalan dengan peresmian dan pembukan Relik sukong, berdoa bersama di gedung Prasada Jinnarakita berseta dengan berbagai umat Buddha dari selulu tanah air baik ketua dan yang diwakili dari oeg<<a href=”http://candasilo2.blogspot.com/”>/a></<a href=”http://tjungteck01.blogspot.com/”></a>a>anisasi MBI dan ketua Yayasan vihara dan cetiya yang ada,baik dari itu

Penting dibaca : Keterangan lebih lanjud kalau membutuhkan berbuat karma baik sumbangan dana sosial, buku, majalah, video dapat dihubungi ke Alamat E_mail:http://candasilo77@yahoo.co.id atau bisa juga masalah dana bisa transfer ke Alamat Rekening ACC.no:91179572 BDI cabang Pemuda atas nama:Tjung teck
Kunjungan Ajahn Brahm – http://tjungteckfriendsajhan.blogspot.com/
Kunjungan bersama Guru Long Po AD Audhakpanno dari Thailand – http://tjungteckmaghapuja.blogspot.com/
Radio Basic FM – http://radiobasicfm.blogspot.com/
Jagung kuning – http://tjung-teck.blogspot.com/
Sahabat dan vihara – http://tjungteckpowersuccesstay.blogspot.com/
Karung ajaib dan Tjung te wang Ksitigrabha Bodisatvaya – http://tjungtecklifesuccesworld.blogspot.com/
Tjung te wang dan Ksitigrabah Bodisatvaya – http://tjungtecklifesuccesworldhuman.blogspot.com/
Cu teck dan Ksitigrabah Bodisatvaya – http://tjungtecklifesuccesstudy.blogspot.com/
Maga Puja dan Sprituality – http://tjungteckpowersucces.blogspot.com/
Dharmma Desanna dan Radio – http://tjungteckradiotalking.blogspot.com/
Mencari jati diri dari setiap kehidupan – http://tjungtecklifesuccesscience.blogspot.com/
Bahagia dan Sprituality – http://tjungteckpowersuccessprituality.blogspot.com/
Hukum dan Agama – http://tjungtecklifesucceswant.blogspot.com/
Hukum dan Sprituality – http://tjungtecklifesucceslake.blogspot.com/
sahabat dan Cetiya – http://tjungtecklifesuccessee.blogspot.com/
Kesadaran dan Meditasi oleh :Tjung teck S.Ag – http://tjungteckpowersuccesnice.blogspot.com/
kucing dalam karung – http://tjungteckpowersuccesway.blogspot.com/
Makanan dan Meditasi – http://tjungtecksuccesonline.blogspot.com/
Sahabat dan Sprituality – http://tjungtecklifesuccesonline.blogspot.com/
Hidup jangan takut mati Berbuat baik dan Berbuat baik Mati jangan di takuti – http://tjungteckpowersucceslife.blogspot.com/
Sprituality dan Pindapatta – http://tjungtecklifesucces.blogspot.com/
Kekuatan Sprituality dan Meditasi – http://tjungtecksucces.blogspot.com/
Universitas dan (science)@oleh… Tjung teck S.Ag – http://universitasdanscienceolehtjungtecksag.blogspot.com/
The Sprituality to tour Kathina Day of the SAGIN – http://tjungt.blogspot.com/
Sprituality dan Meditation – http://tjungtecksag.blogspot.com/
The Sprituality Kathina day : tour Safari Kathina – http://tjungteck03.blogspot.com/
Sprituality,Al… hutan dan Meditasi…?/o… teck S.Ag.?/ :Ven.Y.M.Bhikk… candasilo – http://spritualitytjungteck.blogspot.com/
The Sprituality of Buddha :Masuk Anggota SAGIN : dari Tjung teck S.Ag ….?Life human – http://tteck.blogspot.com/
Sprituality ,Metafisika dan Meditasi :oleh Tjung teck S.Ag..?/ :Ven.Y.M. Bhikkhu candasilo – http://metafisikatjungtecksag.blogspot.com/
Sprituality , kesehatan Biology dan Meditasi @oleh: Tjung teck S.Ag – http://biologytjungteck.blogspot.com/
Sprituality and Science@ from : Tjung teck S.Ag – http://spritualityandsciencefromtjungtecksag.blogspot.com/
The Meditation of the Phisicology science :Meditasi dari Pisicology ilmu pengetahuan – http://candasilo5.blogspot.com/
The Sprituality of Buddha – http://tjungteck01.blogspot.com/
The Meditation and Sprituality of Buddha to Religion – http://tjungteck.blogspot.com/
The Sprituality of Buddha at Dhamma to Meditation – http://candasilo.blogspot.com/
Sprituality dari Buddha dan Meditasi – http://candasilo2.blogspot.com/
The Phisicology and Religion of the Buddha – http://candasilo8.blogspot.com/
The Phisicology within Human – http://candasilo1.blogspot.com/
The life to human Sprituality of the Buddha – http://candasilo3.blogspot.com/
The life to human within science Phisicology – http://candasilo9.blogspot.com/
USU – http://www.usu.ac.id/
http://radiobestfmmedan.blogspot.com/BEST FM The 1st Radio Online on Sumaterahttp://tjungteckwesakdankunjungan.blogspot.com/HARI WEISAK DAN KUNJUNGAN SPRITUALITY
http://tjungtecktripitaka.blogspot.com/Tripitaka
http://tjungtecksciencelifetheworld.blogspot.com/SINSE:Tjung teck science life the world Phisycology and Akupunktur/Acupunture
http://sociologyfromtjungteck.blogspot.com/SOCIOLOGY FROM : TJUNG TECK
http://kebudayaandantradisifromtjungteck.blogspot.com/KEBUDAYAAN DAN TRADISI FROM:TJUNG TECKhttp://geografiduniafromtjungteck.blogspot.com/GEOGRAFI DUNIA FROM :TJUNG TECK
http://pendidikanilmusenifromtjungteck.blogspot.com/PENDIDIKAN ILMU SENI FROM :MR.TJUNG TECK
http://jasmanidanolah-ragafromtjungteck.blogspot.com/JASMANI DAN OLAH-RAGA FROM :TJUNG TECK
http://ekonomiakuntansifromtjungteck.blogspot.com/EKONOMI ATAU AKUNTANSI BUDDHIS FROM :MR.TJUNG TECK
http://tatanegarafromtjungteck.blogspot.com/TATA NEGARAhttp://www.untag-jkt.org/UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 (UNTAG JAKARTA)
http://tjungteckpascasarjana.blogspot.com/PROGRAM PASCA SARJANA ILMU HUKUM(UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 UNTAG JAKARTA)
http://tjungteckmatakuliawajibnasional.blogspot.com/PROGRAM PASCA SARJANA DOKTER HUKUM(UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 UNTAG JAKARTA)http://sciencemasavassatjungteck.blogspot.com/MASA VASSA DI INDONESIA THERAVADA BUDDHIS CENTRE (ITBC) MEDAN
http://penemuandanpenelitianilmutjungteck.blogspot.com/Penemuan dan Penelitian ilmu Pengetahuan/science
http://parittasucifromtjungteck.blogspot.com/PARITTA SUCI
http://universitassumaterautaratjungteck.blogspot.com/kuliah pasca sarjana Universitas Sumatera Utarahttp://profiles.friendster.com/61446092/FRIENDSTER TJUNG TECK
http://www.facebook.com/home.php?/FACEBOOK TJUNG TECK
http://www.fgs.org.tw/FO KUAN SAN
http://tjungteckbudhayanatheravadha.blogspot.com/BUDHAYANA THERAVADHA

https://tjung.wordpress.com/Tjung’s wordpress Webblog

Perjalanan Spirituality dari Buddha untuk hari kathina, dimana kami bersama anggota dari Sangha Agung Indonesia bersama-sama untuk melaksanakan perjalanan di hari kathina, jadi rute yang kami laksanakan dari Medan, sampai ke Nias ini adalah gambar yang diambil dari perjalanan dari Medan menujuh ke tebing tinggi, Perdagangan, kisaran, Aek kanopan, rantau prapat, Aek Nabara, kota Pinang, Padang Sidempuan, Sibolga, Nias Gg. Sitoli adalah salah satunya objeck pariwisata, setelah perjalanan dihari kathina di Vihara dan cetiya yang ada, akan tetapi pelaksananya dari hari kathina dengan kunjungan para Bhikkhu Sangha,  biasa diundang oleh para yayasan bersama anggota dari Vihara dan Cetiya baik dari yayasan sekolah yang mengundang dalam acara hari Kathina, ini adalah salah satu gambar dalam kunjungan pariwisata ke desa dan kota, tentunya daerah yang ada sungai Arumjeram dalam gambar ini adalah gambar yang diambil di daerah air terjun si gura-gura, pada waktu itu kunjungan spirituality dari hari kathina ke vihara, sebelum peringatan hari Kathina berlangsung jam waktu makan siang sudah selesai,” maka kami diajak oleh umat dari vihara dan cetiya untuk kunjungan pariwisata dengan kunjungan objeck pariwisata yang ada di daerah masing-masing, sehingga banyak cerita dari pengalaman untuk spirituality dari kunjungan di hari kathina ini”.

Cara yang dilaksanakan pada waktu itu adalah spirituality dengan gabungan atau terkumpulnya anggota sangha atau bhikkhu, pada waktu itu kami sebagai sangha dimana cuman ada tiga (3) orang bhikkhu dan seorang samanera yaitu : tentunya dalam rute kunjungan hari kathina yang terjadwal : “Bhante Punnajato, bhante Pannasami, bhante Candasilo, samanera Maghawira dan kemudian yaitu keliling sumatera utara, akan tetapi dari setiap rute yang ada perjalanan kami dalam keadaan  untuk melaksanakan spirituality dari hari kathina, baik pergi dan pulang dengan selamat, karena dalam perjalanan dengan rute tran sumatera yang melintasi jalan besar dari tran sumatera yang disekitar di kelilingi oleh kelapa sawit baik dari PTP, baik dari kebun rakyat dan pohon karet yang ada disekitar itu, sehingga perjalanan banyak yang dilihat cuman kebun dari pohon-pohon yang ada disekitar pingiran jalan dan rumah penduduk sekitar kampong,  jaraknya jauh-jauh dari kampong ke kampong, kemudian perjalanan kami dengan baik bersama tentunya supir, kuat staminanya yang sebagai ujung tombak perjalanan dan itu pun supir cadangan dari tidak tetap dan mobil pun dipinjam dari bhante Kampiro thera (sekarang mantan bhikkhu)untuk perjalanan hari kathina. “Rute perjalanan hari kathina dan cuaca sangat mendukung pada waktu itu, menuju ketempat tujuan saat sampai ke Vihara dan Cetiya yang ada kami siap untuk spirituality dari hari kathina ini”, tetapi sebelumya waktu dan hari yang berjalan dengan baik, tentunya tidak lupa untuk waktu yang tersedia yaitu waktu makan siang dan waktu kunjungan pariwisata, objeck kunjungan wisata dari daerah itu dimana sebelumnya memasuki massa vassa selama tiga bulan dimusim hujan, seorang bhikkhu beraditana dan menetap disuatu tempat baik di vihara dan cetiya untuk melaksanakan dan memesuki massa vassa selama tiga bulan itu, sehingga melaksanakan spirituality dari vinaya tentunya (sila), samadi(Meditasi), panna(kebijaksanan) yaitu banyak belajar dari ilmu pengetahuan dari dhamma desana, tentunya kotbha dhamma selama massa vassa berlangsung dan mempraktekan sila(vinaya), samadi(Meditasi) itu.

Spirituality dari perjalanan seorang bhikkhu dan memasuki hari khatina yaitu mendapat persembahan juba, obat-obatan dan kebutuhan anggota sangha yang dilaksanakan setiap setahun sekali, adapun kesempatan para umat Buddha tentunya di kota Medan dan sekitaranya, dapat berkesempatan untuk berbuat baik berdana kepada bhikkhu sangha dalam acara kathina, karena para bhikkhu berkumpul untuk melaksanakan hari kathina itu, jadi  baik untuk umat Buddha yang berumah tangga,  supaya dapat menanam buah karma baik, berkesempatan untuk berbuat baik itu sangat baik, di hari kathina itu, oleh karena berdana kepada bhikkhu sangha, bukan pada bhikkhu seorang saja maka kesempatan berdana kepada banyak bhikkhu sangha yang hadir saat itu, tentunya di hari kathina. Pada setiap Vihara dan Cetiya banyak umat berbondong-bondong datang  melaksanakan hari kathina itu, akan tetapi kehadiran baik umat Buddha dari kalangan orang tua dan muda sampai anak-anak yang hadir pada saat itu turut ikut serta, bersama-sama untuk merayakan hari kathina itu.

Akhir dari perjalan tentuya ke pulau Nias dengan begitu banyak yang objeck pariwisata tentunya air laut, pemandangan dari kepulauan Nias itu dengan begitu pesonanya alam yang asli dari penduduk asli, kebudayaan dari semua kehidupan baik lingkungan kehidupan, akan tetapi dilihat dari kacamata, pulau Nias adalah pulau yang indah meskipun pulau itu exes dari paska gempa bumi dan sunami, tidak terhilang kebudayaan aslinya, seperti kami diajak oleh romo tapak wong dengan kunjungan objeck pariwisata museum Nias. “Itu pun saya dengar pengurusnya romo tapak wong itu bersama teman-teman dan staf dari museum itu”, bagi pengurus Vihara sebagai merangkap ketua yayasan di vihara itu. kemudian gambar yang diambil pada waktu berada di objeck pariwisata di nusa lima, diman pingiran atau pantai di pulau Nias bersama romo dan anggotanya dan bhante Punnajato dan bhante Candasilo , sehingga sampai kembali ke Vihara untuk melaksanakan hari kathina bersama –sama di vihara,  pada waktu itu bhante Punnajato memberi sila kemudian bhante Candasilo memberi Dhammadesana tentang menjalakan sila, samadi, panna.  kemudian kembali ke Medan dengan transpotasi dari udara yaitu pesawat terbang langsung menuju Kota Medan, akhirnya sampai ke Vihara Buddha Sujata, dimana kami berdominisili disana bersama-sama sebagai anggota Sangha Agung Indonesia.

Tempat tour di hari kathina dengan rute perjalanan keliling Sumatera utara tentunya dari Medan, sampai dengan itu hari kathina belangsung dari setiap kunjungan, dari berbagai tempat seperti dengan hari kathina yang telah dijadwalkan dari ketua yayasan dari setiap Vihara atau cetiya, pelaksanaan hari kathina dari  tour banyak yang dijalankan tentunya dengan kunjungan dari vihara dan cetiya sampai dengan sekolah – sekolah yang ada,  mengadakan hari kathina, Spirituality dengan pelaksanaan dengan tradisional Theravada, hal itu bagi para umat dengan niat tujuan untuk datang ke vihara,  tentunya dengan niat berbuat baik,  niat iklas melepas untuk berdana kepada bhikkhu sangha yang hadir pada waktu itu, jadi dengan niat tujuan datang dengan sanak keluarganya untuk memperigati hari kathina, diman kesempatan untuk berbuat baik dan berdana di hari kathina, disaat para bhikkhu berkumpul untuk melaksanakan hari kathina itu. Disaat pagi hari  selama perjalanan tour dengan tujuan dari vihara  ke cetiya, terasa dan sejuk didalam batin dengan tujuan untuk melaksanakan spirituality dari hari kathina, jadi selama para bhikkhu menjalakan massa vassa selama tiga bulan dengan bervassa disuatu tempat, beraditana tidak berkunjung atau berpergian dari permukiman selama massa vassa itu, berlangsung dan menetap disuatu tempat yang ditentukan oleh para bhikkhu yang bervassa, selama massa vassa berjalan maka para bhikkhu ada yang melaksananakan spirituality baik yang ekstrim baik yang bisa saja, jadi setiap kebutuhan bhikkhu ada yang  berupa juba yang mulai usang atau rusak, obat-obatan dan makanan dari setiap kebutuhan pokok para bhikkhu. Menjalankan spirituality dari Ajaran sang Buddha adalah dengan mengikuti Tripitaka, jadi dalam kehidupan sehari-hari dapat di ketemukan dengan begitu banyaknya spirituality, kehidupan dimana lingkungan kehidupan baik moraritas sikap dan tingka laku kehidupan manusia, berasal dari dimana lingkungan kehidupannya berada, akan tetapi dari semua kehidupan dapat dijumpai dengan spirituality dari kehidupan masyarakat yang berbeda-beda baik dan buruk dari orang kaya dan orang miskin, sudah pasti tidak sama dengan yang lainnya, sehingga dapat dilihat dari kehidupan manusia itu dimana dia berasal dengan lingkungan dimana dia berada, tentunya tidak sama dengan masalah spirituality dari kehidupan manusia, berada baik dari pandangan kehidupan sehari-hari dari tentunya umat Buddha yang berumah tangga, tidak luput dari permasalahan kehidupan sehari-hari baik dari rumah tangga, sendiri baik dari luar rumah tangga sendiri, tentunya masalah datang siri berganti dengan yang ada dalam kehidupan sehari-hari, misalnya masalah datang dari diri sendiri, masalah datang dari keluarga, masalah datang dari isteri, masalah datang dari suami, masalah datang dari anak-anak, masalah datang dari orang tua, masalah datang dari luar baik teman dan di luar teman,  bisa terjadi masalah yang mengakibatkan perselisihan, permusuhan, pertengkaran, pertikaian sampai dengan mengakibatkan ruginya kedua belah pihak.

 Masyarakat dan umat yang berumah tangga, karena setiap umat manusia tidak luput dari kebutuhan pokok sandang dan pangan dari kehidupannya sehari-hari baik bagi simiskin dan sikaya, terus bersaing untuk mempertahankan kehidupannya,  lingkungan umat manusia itu hidup, bisa jadi masalah yang timbul baik perbuatan karma baik dan karma buruk dapat terjadi dimana saja,  secara sengaja atau tidak sengaja dapat terjadi di dalam kehidupan umat manusia sehari-hari. Kembali dengan melihat Phisyscology kehidupan sehari-hari dapat di utarakan dengan baik berupa  cerita kehidupan sehari-hari dapat diungkap dalam bentuk cerita yang layak dibaca,  setiap umat manusia, akan tetapi semua masalah yang dijumpai tentunya tidak sama dan penuh cerita dari kehidupan demi kehidupan, misalanya cerita kehidupan perjalanan safari tour dari hari kathina dapat diceritakan dalam bentuk apa saja, bisa diceritakan dengan baik sebagai bahan cerita dhammadesana, maupun untuk kotbah dhamma bisa di ceritakan dengan baik, seperti cerita berikut ini : begitu antusiasnya dalam kunjungan di hari kathina, perjalan tentunya melintasi kota, desa dan perkebunan disaat perjalan tentunya rasa dahaga, diwaktu terik matahari yang menyinari mobil, kemudian dikalah perjalan lagi diguyur hujan yang lebat dan dingin. “Dengan cerita saat ada di dalam mobil sebagai pengalaman untuk menghilangkan rasa kantuk dalam perjalanan sambil melihat pemandangan dari sisi jendela mobil”.

1454212428748

By Ven :Bhikkhu candasilo Thera

Bentuk Tirokuddakanda suttam untuk pelimpahan jasa kepada arwah-arwah yang telah meninggal dunia, jadi untuk pelaksanaan tentunya dari anggota keluarga dari umat yang mempunyai niat dan tujuan yang baik, untuk menanam buah karma baik dan karma buruk yang ditanam masa lampau, atau karma buruk yang sebelumnya secara sengaja ditanam, baik tidak sengaja tidak diketahui, maka dari perbuatan sekarang yang ada sangat baik untuk ikut andil dalam turut serta di dalam untuk berbuat karma baik, untuk dirinya sendiri baik untuk keluarganya, baik sanak sekeluarga yang masih hidup, baik sanak keluarga yang telah meninggal dunia .

Hingga sampai dengan perbuatan-perbuatan dari sendiri, baik dari orang tua , baik dari sanak keluarga, sangat membantu uluran tangan dari sendiri dan sanak keluarga untuk menanam buah karma baik, tentunya dibulan-bulan ini, antara bulan 7 sampai bulan 9 yang dikatakan sebagai bulan untuk pelimpahan jasa, kepada manusia dan makhluk hidup dialam semesta ini.

Tuntunan upacara Pattidana

Aradahana Devata

Samantacakkavalesu atragacchantu Devata,Saddammam munirajassa sunantu sggamokkhandam.Sagge kame ca game ca rupegirisikharatate cantalikkhe vimane.Dipe ratthe ca game taruvanagahane gehavatthumhi khette.Bhumma cayantu deva jalathala visame yakkhagandhabbanaga,titthanta santike yam munivaravacanam sadhavo me sunantu”.

Buddhadassanakalo ayam bhadanta

Dhammassavanakalo ayam bhadanta

Sanghapayirupasanakalo ayam bhadanta

“Semoga semua deva dialam semesta hadir disini,mendengarkan Dhamma nana gung dari sang Bhijaksana, yang membimbing(umat)ke surga dan kebebasan. Dialam surga dan di alam brahma, di puncak-puncak gunung, diangkasa raya, di pulau-pulau, di desa-desa dan dikota-kota, duhutan belukar, disekeliling rumah dan lading. Semoga deva bumi mendekat(datang)melalui air, daratan atau pun angkasa, bersama-sama dengan yakkha, gandhaba dan naga. Dan semoga dimana pun mereka berada, mereka dapat mendengarkan sabda sang Bhijaksana, seperti berikut ini”.

Sekarang tiba saatnya melihat sang Buddha

Sekarang tiba saatnya mendengarkan sang Dhamma

Sekarang tuba saatnya menghormat sang sangha

2 Namakara Gatha

Araham sammasambuddho Bhagava

Buddham bhagavantam abhivademi

Sang bhagava; yang Maha Suci,yang telah mencapai penerangan Sempurna; aku bersujut dhadapan sang Buddha, sang bhagava(namakara)Svakkhato bhagavata Dhammo Dhammam namassami

Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh sang bhagava;aku bersujud dihadapan Dhamma.(namakara)

3 Puja Gatha

Pemimpin kebaktian;

Yamamha kho mayam bhagavantam saranam gata,yo no bhagava sattha, yassa ca mayam bhagavato dhamma rocema, imehi sakkarehi tam bhagavantam sasaddhammam sasavakasangham abhipujayama.

Kami berlindung kepada sang bhagava,sang bhagava guru jujungan kita.dalam dhamma sang bhagava kami berbahagia. Dengan persembahan ini kami melakukan puja kepada sang bhagava, dhamma sejati serta sangha para siswa.

4 Pubbabhaganamakara

Namo tassa bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Namo tassa bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Namo tassa bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Terpujilah sang bhagava ,yang Maha suci,yang telah mencapai penerangan Sempurna.(3x)

5 Aradhana Tisarana Pancasila

Pemimpin Pujabhatti dan umat :

Mayam bhante,

Tisaranena saha panca silani yacama.

Dutiyampi mayam bhante,

Tisaranena saha panca silani yacama.

Tatiyampi mayam bhante,

Tisaranena saha panca silani yacama.

Bhikkhu ; yamaham vandami tam vadetha

Hadirin ; Ama bhante

Bhikkhu; Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa(3x)

Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa

Hadirin ; Mengulangi sebanyak tiga kali

Bhikkhu; Mengucapkan Tisarana kalimat perkalimat dan diulang oleh umat kalimat perkalimat.

Buddham Saranam Gacchami

Dhamma Saranam Gacchami

Sanghang Saranam Gacchami

Dutiyampi Buddham Saranam Gacchami

Dutiyampi Dhamma Saranam Gacchami

Dutiyampi Sanghang Saranam Gacchami

Tatiyampi Buddham Saranam Gacchami

Tatiyampi Dhamma Saranam Gacchami

Tatiyampi Sanghang Saranam Gacchami

Bhikkhu;Tisarana Gamanam Paripunam

Hadirin ; Ama Bhante

Bhikkhu; Mengucapkan Pancasila kalimat perkalimat dan diulangi oleh umat kalimat perkalimat.

Panatipata Veramani Sikkhapadam Samadiyami

Adinnadana Veramani Sikkhapadam Samadiyami

Kamesu Miccahacara Veramani Sikkhapadam Samadiyami

Musavada Veremani Sikkhapadam Samadiyami

Surameraya Majjapamadatthana Veramani Sikkhapadam Samadiyami

Bhikkhu ; Imani Pancasikkhapadani

Silena Sugatim yanti

Silena Bhogasampada

Silena Nibbutim Yanti

Tasma Silam Visodhaye

Hadirin : Ama Bhante, Sadhu! Sadhu! Sadhu!

6 Namokaratthaka Gatha

Namo Arahato Sammasambuddhassa Mahesino

Namo uttamadhammassa Svakkhatassevatenidha

Namo Mahasanghassapi visuddhasiladitthino

Namo Omatyaraddhassa Ratanattayassa Sadhukam

Namo Omakatitassa Tassa vatthuttayassapi

Namo Karappabhavena vigacchantu Upaddava

Namo Karanubhavena Suvatthi Hotu Sabbada

Namo Karassa Tejena Vidhimhi homi Tejava

Sujudku pada Maha Pertapa, Buddha nan suci tampa noda

Sujudku pada Dhamma nan Mulia, yang telah dibabarkan dengan sempurna

Sujudku pada Mahasangha nana gung yang ber-sila dan berpandangan suci

Sujudku pada sang Tiratana , yang Mulia berkahnya dengan”aum”[a(rahato)u(ttama)m(ahasanghassapi)]

Sujudku pada Tiratana Yang telah bebas dari kekejaman.

Dengan kekuatan sujudku ini, semoga semua gangguan lenyap

Dengan kekuatan sujudju ini, semoga semuanya sejahtera

Dengan sujudku yang lengkap ini, semoga saya sukses adanya

7. Buddhanussati

Iti pi so bhagava araham Sammasambuddho, Vijjacarana-sampanno sugato

Lokavido, Anuttaro purisadhammasarathi sattha devamanussanam, Buddho bhagava`ti.

Demikianlah Sang Bhagava, Yang Maha Suci, Yang Telah mencapai Penerangan Sempurna: Sempurna pengetahuan serta tindak-tanduknya. Sempurna menempuh Sang jalan (ke nibbana). Pengenal segenap alam. Pembimbing manusia yang tiada taranya. Guru para dewa dan manusia, yang sadar(bangun), yang patut Dimuliakan.

8. Dhammanussati

Svakkhato Bhagavata Dhammo,

Sanditthiko Akaliko Ehipassiko,

Opanayiko Paccattam Veditabbo Vinnuhi’ti

Dhamma Sang bhagava telah sempurna dibabarkan; berada sangat dekat,tak lapuk oleh waktu, mengundang untuk dibuktikan; menuntun kedalam batin, dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.

9.Sanghanussatti.

Supatipanno bhagavato Savakasangho

Ujupatipanno bhagavato Savakasangho

Nayapatipanno bhagavato Savakasangho

Samicipatipanno bhagavato Savakasangho

Yadidam cattari purisayugani atthapurisapuggala, Esa bhagavato Savakasangho, Ahuneyyo Pahuneyyo Dakkhineyyo Aanjalikaraniyo, Anuttaram Punnakettam lokassa`ti.

Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak baik;

Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak lurus;

Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak benar;

Sangha siswa Sang Bhagava telah bertindak patut.

Mereka, merupakan empat pasang makhluk, terdiri dari delapan jenis makhluk suci, (itulah Sangha siswa sang bhagava; patut menerima pemberian, tempat bernaung, persembahan serta penghormatan; lapangan untuk menanam jasa, yang tiada taranya dialam semesta.)Mereka disebut Ariya Sangha: makhluk-makhluk yang telah mencapai Sotapatti Magga dan Phala,Sakadagami Magga dan phala

10. Saccakiriya Gatha

Natthi me Saranam Annam

Buddho Me Saranam Varam

Sotthi te hoto sabbada

Natthi me saranam Annam

Sotthi te hoto sabbada

Natthi me saranam Annam

Sangho me Saranam Varam

Sotthi te hotu Sabbada

Tiada pelindung lain bagiku sang Buddha-lah sesungguhnya pelindungku berkat kesungguhan peryataan ini semoga anda selamat sejahtera.

Tiada perlindungan lain bagiku sang Dhamma-lah sesungguhnya pelindungku berkat kesungguhan pernyataan ini semoga anda selamat sejahtera.

Tiada perlindungan lain bagiku sang sangha-lah sesungguhnya pelindungku berkat kesungguhan pernyataan ini semoga anda selamat sejahtera.

11.Tirokuddakanda Sutta

Tirokuddesu Titthanti, Sandhisinghatakesu ca, Dvarabahasu Titthanti, Agantvana Sakam Gharam, Pahute Annapanamhi, Khajjabojje upatthite, Na tesam koci sarati, Sattanam, Kammapaccaya, Evam Dadanti Natinam, Ye Honti Anukampaka, Sucim Panitam Kalena,, Kappiyam Panabhojanam, Idam Vo Natinam Hotu, Sukhita Hontu Natayo, Natipeta Samagata, Pahute Annapanamhi, Sakkaccam Anumodare, Ciram jivantu No Nati, Amhakanca kata Puja, Dayaka Ca Anipphala, Na Hi Tattha Kasi Atthi, Gorakkhettha Na Vijjati, Vanijja Tadisi Natthi, Hirannena Kayakayam, Ito Dinnena Yapenti, Peta Kalakata Tahim, Unnate udakam vuttham, Yatthaninnam Pavattati, Evameva Ito Dinnam, Petanam upakappati, Yatha Varivaha Puja, Paripurenti Sagaram, Evameva Ito Dinnam, Petanam Upakappati, Adasi Me Akasi Me, Natimitta Sakha Ca me, Petanam Dakkhinam Dajja, Pubbe Katamanussaram, Na Hi Runnam Va Soko Va, Ya Vanna Paridevana, Na Tam Petanamtthaya, Evam Titthanti Natayo, Ayam kho Dakkhina Dinna, Sanghamhi Supattitthita, Digharattam Hitayassa, Thanaso Upakappati, So Natidhammo ca Ayam Nidassito, Petana Puja ca Kata Ulara, Balanca Bhikkhunamanuppadinnam, Tumheni Punnam Pasutam Anappakanti.

Walaupun diluar dinding-dinding,mereka berdiri dan menanti, ada juga yang dipersimpangan-persimpangan jalan atau. kembali kerumah-kerumah mereka yang dahulu serta menanti di samping tiang-tiang pintu.

Tetapi pada saat diadakan pesta keluarga yang meriah, dengan makanan dan minuman yang beraneka ragam, ternyata tiada seorang pun anggota keluarga mereka yang ingat kepada mahkluk-makhluk menderita ini, yang berasal dari perbuatan-perbuatan jahat mereka yang lampau. Hanya keluarga baik yang hatinya penuh welas asih dan mengerti Dhamma, bisa mau memberikan makanan, minuman, untuk sanak keluarganya yang telah meninggal dengan baik, dari jenis yang disukai pada waktu hidupnya.

Semoga persembahan ini buah jasa-jasa baiknya bermanfaat untuk sanak keluarga yang telah meninggal dunia, sanak keluarga kita yang telah meninggal yang sedang berkumpul disini, Semoga mereka berbahagia.

Dengan rasa simpati, mereka akan memberikan doa, setelah menerima pemberian jasa-jasa makanan dan minuman yang melimpah-limpah dari kita. Semoga sanak keluarga kita panjang umur karena perbuatan baik kita kepada mereka sehingga kita mendapat keberuntungan ini.Pembuat penghormatan diberikan kepada kami, pemberi tidak akan pernah kosong dari buah perbuatan baiknya.

Karena disina tidak ada pertanian ataupun perternakan, juga tidak ada perdagangan, tidak ada pertukaran uang/emas,sehingga,sanak keluarga kita yang telah meninggal dunia, disana hidup dengan bergantung pada pemberian dari kita disini.

Bagaikan air yang tercurah dari bukit, kebawah menggenangi dataran-dataran rendah, demikian persembahan yang kita berikan disini, dapat menolong sanak keluarga kita yang telah meninggal.

Bagaikan Sungai, jika airnya penuh dapat mengalir kelautan, demikian pula pemberian yang telah diberikan disini. Dapat menolong sanak keluarga kita yang telah maninggal.

Ia akan memberikan kepadaku, bekerja untukku, apakah ia sanak keluarga, sahabat atau kerabatku yang memberikan sesaji kepada yang telah meninggal, dan merenungkan kembali perbuatan baik yang pernah dilakukan.

Bukan ratap tangis, bukan pula kesedihan hati, bukan perkabungan apapun juga, yang dapat menolong mereka yang telah meninggal perbuatan itu tidak akan membawa manfaat bagi mereka yang telah meninggal.

Hanya apabila persembahan ini dilakukan dengan penuh bakti, dan sipersembahkan kepada Bhikkhu Sangha, jasa ini akan memberikan manfaat yang sangat lama kepada mereka yang telah meninggal untuk masa sekarang dan masa yang akan datang.

Ajaran kebenaran telah ditunjukkan kepada keluarga. Dan juga bagaimana cara penghormatan yang bernilai kepada sanak keluarga yang telah meninggal, serta bagaimana cara menyokong untuk kekuatan para Bhikkhu. Dengan demikian kita dapat menimbun jasa kebaikan dan keberuntungan buah jasa yang sangat besar sekali dari berbuat seperti ini.

12.Karaniya Metta Sutta

Karaniyamatthakusalena, Yantam santam Padam Abhisamecca, Sakko Uju ca Suhuju Ca, Suvaco cassa Mudu Anatimani, Santussako ca subharo ca, Appakicco ca sallahukavutti

Santindriyo ca nipako ca, Appagabbho kulesu ananugiddho, Na ca khuddam samacare kinci, Yena vinnu pare upavadeyyum, Sukhino va khemino hontu

Sabbe satta bhavantu sukkhitatta, Ye keci panabhutatthi, Tasa va thavara va anavasesa

Digha va ye Mahanta va, Majjhima Rassaka Aukathula, Dittha va ye ca adittha

Ye ca dure vasanti avidure, Bhuta va sambhavesi va, Sabbe satta bhavantu sukhitatta

Na paro param nikubbetha, Natimannetha katthaci nam kanci, Byarosana patighasanna

Nannamannassa Dukkhamiccheyya, Mata yatha niyam puttam, Ayusa ekaputtamanurakkhe, Evampi sabbabhutesu, Manasambhavaye aparimanam

Mettanca sabbalokasmim, Manasambhavaye aparimanam, Uddham adho ca tiriyanca

Asambhadham averam asapattam, Titthancaram nisinno va, Sayano va yavatassa vigatamiddho, Etam satim adhittheyya, Brahmametam viharam idhamahu, Ditthinca aupagamma, Silava dassanena sampanno, Kamesu vineyya gedham, Na hi jatu gabbhaseyyam punareti`ti.

Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan.untuk mencapai ketenangan, ia harus mampu, jujur, sungguh jujur, rendah hati, lemah lembut, tiada sombong.

Merasa puas, mudah disokong/dilayani, tiada sibuk, sederhana hidupnya tenang inderanya, berhati-hati tahu malu, tak melekat pada keluarga

Tiada berbuat kesalahan walaupun kecil yang dapat dicela oleh para bijaksana, hendaklah ia berpikir;

Semoga semua mahkluk berbahagia dan tentram,

Semoga semua mahkluk berbahagia

Mahkluk hidup apa pun juga, yang lemah dan kuat tanpa kecuali, yang panjang atau besar, yang sedang, pendek, kecil atau gemuk.

Yang tampak atau tak tampak, yang jauh atau pun dekat, yang terlahir atau yang akan lahir, semoga semua mahkluk berbahagia.

Jangan menipu orang lain, atau menghina siapa saja. jangan karena marah dan benci mengharapkan orang lain celaka.

Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya melindungi

Anaknya yang tunggal, demikianlah terhadap semua mahkluk, dipancarkannya pikiran (kasi sayang)tanpa batas.

Kasih sayangnya kesegenap alam semesta dipancarkannya pikirannya itu

Tanpa batas, keatas, kebawah, dan kesekeliling, tampa rintangan, tampa benci dan permusuhan.

Selagi berdiri, berjalan atau duduk, atau berbaring, selagi tiada lelap ia tekun mengembangkan kesadaran ini yang dikatakan; berdiam dalam brahma.

Tiada berpegang pada pandangan salah(tentang atta/aku), dengan sila dan penglihatan yang sempurna hingga bersih dari nafsu indera ia tak lahir dalam rahim manpun juga.

13.Pattidana

Punnassidani katassa, Yanannani katani me, Tesanca bhagino hontu, Sattanantappamanaka, Ye piya gunavanta ca, Mayhem matapitadayo, Dittha me capyadittha va, Anne majjhattaverino, Satta titthanti lokasmim, Te bhumma catuyonika, Pancekacatuvokara, Samsaranta bhavabhave, Natam ye pattidanamme, Anumodantu te sayam, Ye cimam nappajananti, Deva tesam nivedayum, Maya dinnanapunnanam, Anumodanahetuna, Sabbe satta sada hontu, Avera sukkhajivino, Khemappadanca pappontu, Tesasa sijjhatam subha.

Semoga jasa-jasa yang kuperbuat kini diwaktu lain diterima oleh semua mahkluk disini tak terbatas tak ternilai; mereka yang kukasihi serta berbudi luhur seperti ayah dan ibu, yang terlihat dan tak terlihat yang bersikap netral atau bermusuhan; mahkluk-mahkluk yang berada dialam semesta di tiga alam, empat jenis kelahiran, terdiri dari satu atau empat bagian mengembara dialam-alam besar kecil; semoga dengan persembahan jasaku ini, setelah mengetahui mereka bergembira, dan kepada mereka yang tidak mengetahui semoga para dewa memberitahukanya; berkat jasa-jasa yang kupersembahkan ini yang membawa kegembiraan, semoga semu mahkluk selamanya hidup bahagia,bebas dari kebencian, semoga mereka mendapatkan jalan kedamaian, semoga cita-cita luhur mereka tercapai.

Kemudian sampai pelaksanan dengan spirituality dengan acara kotbha dhammadesana dari bhante candasilo77@yahoo.com dengan topic mengenai masalah pattidana dari kehidupan sehari-hari dari setiap manusia tentunya hidup berumatanga dari umat Buddha yang ada, akan tetapi dari semua kehidupan yang sering dijumpai adalah:

Permasalahan yang timbul dari akibat persaingan hidup sesama dari lingkungan, baik yang sama maupun yang tidak sama dari setiap kehidupan contonya : kalau menjumpai satu kehidupan dari perumah tangga dengan masalah antara anak dan ibu, antara ayah dan saudaranya banyak dijumpai dengan permasalah, kalau dari anak yang tidak sekolah dan bolos sekolah, sedangkan ayah bekerja di toko dan sibuk, kemudian siibu sibuk memasak dan menjaga anak, kemudian Abang yang sibuk bersama ayah lagi bekerja, sedangkan adik tidak masuk sekolah dan bolos, pulang untuk mintak uang atau mencuri uang untuk jajan, atau pergaulan yang kurang baik misalnya berjudi, nakobah,mabuk-mabukan, kumpul kebo, karoke, diskotik dan berjina sesama teman-temannya,  sampai dengan perbuatan onar dengan balap-balapan baik sepeda motor, baik mobil sampai terjadinya onar dan tauran sesama teman, saling menperlebutkan teman hidupnya atau pacarnya dari pergaulan itu.

Jadi kembali dari kehidupan itu cuman hanya sementara saja dari setiap lingkungan,  manusia itu hidup berdampingan sesamanya dari yang miskin dan orang kaya, yang saling mengembankan kehidupan moral dan etika masing-masing, akan tetapi itu tidak luput dari permasalahan yang timbul yang mengakibatkan tejadinya pertikaian dari loba. moha, irsia, tanha yang artinya jalan yang salah dengan pandangan yang salah dari kehidupan, lingkungan hidup sesama manusia yang moral dan etika dari perkembangan jaman dan hasil karya manusia itu. Setiap saat terjadinya pertikaian, pertengkaran dari nafsu keingina, terjadinya mabuk akan nafsu keingina dan emosional amarah, dari pikiran yang salah dan tujuan yang salah sampai dengan timbulnya irihati, dengan apa yang ada dari keinginan kesenjangan social, yang saling menbutukan dan saling merebut hasilnya, timbul pertikain dari emosional dan irihati, sampai terjadinya perampokan dan pencurian yang diakibatkan oleh tanha, dengan keadaan yang (free) bebas untuk merai sesuatu, tetapi itu adalah hal yang salah karena dari jaman dahulu kalah alat pertukaran bukan uang, akan tetapi beras tukar dengan garam, jadi disini sudah nampak jelas untuk merai sesuatu atau menimbun barang sesuatu harus bekerja.

Balang tentunya semuanya tidak mau terjadi hal seperti yang diatas, sampai terjadinya pertikaian antara ayah dan ibu, kemudian Abang dan adik sampai dengan yang berbuat suatu kesalah, sampai ayah kapada ibu dan Abang bertikai, marah, emosional, kepada adik yang berbuat kesalah sampai terjadinya permusuhan antara saudara, walaupun ibu yang penuh kasih sayang kepada anak-anaknya dari (Metta) cinta kasih menjadi memudar, akan tetapi kasih sayang dari ibu akan kembali untuk anak-anaknya, karena seorang ibu kasih sayangnya sangat besar sekali kepada anak-anaknya, anak di rawat sejak kecil sampai dewasa dan jadi orang yang berguna dan selalu melindungi anak baik dan jangan bebuat jahat atau berbuat baik, memanjakan anaknya sampai sedini mungkin.

Parkembangan lingkungan setempat sampai terpengaru dari pergaulan dari perbuatan jahat,  buruk dan salah jalan, sampai dengan terjadinya pencurian, perampokan dan sebagainya sampai dengan terjadinya pelangaran hukum, keluarga sampai dengan hukum masyarakat setempat, sampai dengan pelangaran hukum .

Jadi sampai kembali dengan masalah yang timbula dari dalam lingkungan sendiri atau diluar lingkungan itu sendiri, tentunya dari diri sendiri yang memperbaiki, jalan kehidupan sangat banyak yang harus dijalankan dari setiap sisi kehidupa demi kehidupan baik yang buruk, baik yang baik itu tergantung anda sendiri yang mau kembali dari kehidupan awal atau kembali kehidupan yang baru, oleh karena itu dari semua ajaran sang Buddha yang mengajarkan supaya hindari perbuatan jahat berbuat baik sucikan hati tambakan amal kebijaksanaan, memolong dirinya sendiri dan menolong orang yang membutukan pertolongan, sampai dengan timbulnya dari diri sendiri dari rubuk hati yang timbul rasa kasih sayang(Metta), untuk sesaman tentunya manusia disini karena manusia sudah pasti hidup dengan sesama manusia, baik yang ada dilingkungan manusia itu hidup berada.

Kalau ingin hidup yang lebih baik tentunya pilihan berada ditangan anda, baik yang buruk baik yang baik itu tergantung dari kehidupan anda atau (saudara) yang ingin mempunyai satu kehidupan yang baik, dari lingkungan baik yang di dalam baik yang diluar, sampai dengan rasa ingin untuk penuh belas kasihan (karuna) untuk menolong dirinya sendiri dan orang lain, yang tentunya kembali dari kehidupan itu berada sampai dengan menyadarkan dirinya dari perbuatan yang kurang baik, sampai dengan mengendalikan diri untuk sempurna dalam kehidupan demi kehidupan, tentunya belas kasihan (karuna) untuk membantu orang tuanya dan menyokong kehidupan sanak keluarganya, yang tentunya orang tua kita yang merawat, mengajarkan sejak dari kecil sampai dewasa, jadi belas kasihan jasa yang harus kita balas dan menbantu untuk kehidupan mereka dengan baik istilanya (take and give ), setelah orang tua dirawat  kembali setelah dewasa,  merawat orang tua  itu adalah perbuatan baik dan bijaksana dan benar. Disamping itu kalau kehidupan telah sempurna dan lengkap belas kasihan, dapat disalurkan atau dikembangkan menbantu sesama sanak-keluarga, yang membutukan uluran tangan dari perbuatan baik untuk menolong sesamanya, dari hal kekurangan sampai dengan menolong kehidupan sesama teman, kerabat, saudara, dan manusia masyarakat luasnya seperti membatu orang yang kekurang dari panti-panti,  jompo, panti-panti Asuhan, panti-panti social dan masyarakat umunya.

Sampai dengan kembali dengan kehidupan awal dari kehidupan itu, bermulah dari lingkungan hidup manusia,  untuk saling menciptakan kehidupan baik yang lama baik buruk, tentu dari terciptanya yang tidak luput dari hasil karya manusia, sendiri baik yang buruk baik yang baik, seperti karya kehidupan manusia dari kebutuhan hidup baik sandang dan pangan, kemudian hiburan untuk manusia itu sendiri, akan tetapi semuanya tidak luput dari kehidupan dirinya sendiri, seperti dengan halnya hidup dilingkungan yang baik pasti hidupnya baik. Hidup dilingkungan yang jahat pasti hidupnyan jahat, tetapi mungkin saja bisa terbalik hidup dilingkungan yang baik bergaul dilingkunga, kurang baik akan terpengaru oleh perbuatan yang kurang baik, akan jahat atau mungkin kehidupan yang jahat bergaul kelingkungan, baik bisa jahat menpengarui yang baik atau yang baik mempegarui yang yang jahat. kemudian itu tidak luput dari perbuatan, untuk memilih supaya kehidupan merasa untuk mempunyai yang turut simpati, untuk menolong(mudita) kehidupannya sendiri atau turut simpati untuk membantu, menolong sesama yang merai sesuatu keberuntungan, seperti halnya dengan melihat kehidupa sendiri,  merai suatu keberhasila baik dibidang pendidikan, ekonomi, politik, social dan masyarakat umunya dan sebagainya.

Ikut serta di dalam kehidupan itu untuk turut simpati untuk melihat, mambantu, menyokong, turut berbahagia, rasa simpai untuk melihat keberhasila orang lain, tentunya seperti hanya dari masa pendidikan dari awal SD, SMP, SMA dan sampai dengan falkultas Universitas perguruan tinggi, selesai untuk keberhasilan sampai dengan mendapat satu gelar tertentu, sampai dengan turut simpati melihat baik dirinya sendiri, baik orang lain teman-teman, kerabat, saudarah, handai tolan dan masyarakat umun, sampai dengan melihat kalau teman atau kerabat kita berusaha, contonya buka toko dan berhasil ikut simpati dan berbahagia jangan irihat, kebencian, dendam, timbul justru (Mudita) ikut simpati dari keberhasila orang lain, berkat usahannya sendiri atau dukungan dari orang lain dan masyaraka, keberhasilan baik sanak-saudarah, teman-teman, kerabat dekat dan jauh, tentunya melaih keberhasila dibidang politik dan social kemasyarakatan, seperti keberhasila di dalam merai suara terbanyak dari pemilihan umum, yang akhirnya menjabat sesuatu tugas Negara seperti jadi kepala lingkungan, kepala desa, camat, walikota, gebenur dan wakil gebenur, DPR, MPR, dan Presiden pemimpin Negara.

Citra dari kehidupan dapat dikembangkan dengan baik dari diri sendiri, untuk semua kehidupan yang saling menpertahan kehidupan demi kehidupan baik, orang kaya dan orang miskin saling mempertahan kehidupannya masing-masing, sampai dengan munculnya kehidupan-kehidupan yang baru, sampai terciptanya kehidupan baru, tentunya perkembangan jaman dan perubahan yang terjadi, disetiap perkembanga dari ilmu pengetahuan dari Kebudayaan.

Hubungan dari kehidupan demi kehidupa yang saling bergantungan dengan sesamanya, setiap sudut pandang yang berbeda dengan sesamaya disini, untuk merasa apa yang di dalam kehidupan telah sempurna baik dari pengaru dari luar baik yang dari dalam itu,.Semua adalah suatu ilmu pengetahuan baik yang diketahui atau tidak diketahui,  dapat bekerja dengan dilingkungan  manusia hidup, kadangkala dapat dijumpai dengan hal yang baik dan buruk, karena hidup sesama manusia yang begitu banyakanya sifat, nafsu, keinginan, kebencian, dari kebudayaan yang berbeda, tidak sama sudah pasti.

Kalau kembali dengan peradapan dan adaptasi sesama, itu tidak sama dengan yang lain, sangat banyak dari sisi kehidupan demi kehidupan baik yang sama baik yang tidak sama, hanya dari perbuatan kehidupan sehari-hari dari kehidupan, untuk mendapat satu Keseimbangan baik jasmani, batinia dan rohania yang akhirnya dengan (upekkha)yang ketenangan hidup, keseimbangan hidup baik dari pribadi atau  baik dari luar diri, sampai dengan seimbang dalam kehidupan bersama dengan kehidupan manusia, dari teman-teman, kerabat-kerabat, handaitolan, saudara jauh dan dekat, masyarakat umunya yang hidup berdampingan sesama manusia, dengan manusia lainya. Hinggga mendapatka kelengkapan hidup dari semua kehidupan, akhirnya merasa semua dari Metta, karuna, Mudita dan upekkha. Telah lengkap untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,  tentunya tidak luput dari kehidupan  berada dan hidup lingkungan kehidupan manusia  berada. Sampai dengan kembali dari kehidupan untuk keseimbangan dalam hidup, pernah, sangat penting untuk merasa seimbang di dalam segalah bidang kehidupan manusia, makhluk hidup antara lain  yaitu Upekkha keseimbangan jasmani dan batin yang tenang dan bahagia.

Kemudian di dalam pelaksanan dalam Pattidana dari Tirokuddakanda yang dilaksanakan dengan undangan dari umat-umat Cetiya Mahasampati dengan para Bhikkhu, kegiatan dilakukan oleh Bhante candasilo yang melaksanakan pemipinan upacara Spirituality, acara Tirokuddakanda dari Pattidana untuk spirituality pelimpahan jasa untuk manusia dan makhluk hidup, berada baik yang kelihatan baik yang tidak kelihatan sesama kehidupan dari semua kehidupan, balang tentunya tidak luput dari kerjasama

Sesama umat dari Cetiya Mahasampati dari romoh, upasakah, dan upasikah dan muda-mudi dari Cetiya baik dari luar cetiya sampai umat dari dalam dan luar, untuk melaksankan spiritulity dari pelimpahan jasa untuk menanam buah karma baik untuk dirinya sendiri atau untuk kedua orang tuanya atau untuk sanak-keluarga yang telah meninggal dunia, baik juga untuk pelimpahan jasa kepada teman-teman yang terkena musibah dari bencana alam baik korban gempa bumi, dari bencana alam lain-lainnya, untuk pelimpahan jasa dan sebagainya.

Dengan demikian kalau kembali dari permasalahan yang ada sampai dengan perkembangan, dari awal pelaksanan dari spirituality dari Pattidana dari Tirokuddakanda suttam yang dibacakan dengan bersama dengan umat, pelimpahan jasa pada waktu itu untuk memberi uluran buah jasa baik dari berbuat karma baik, untuk diniatkan dan disalurkan melalui pikiran dan ucapan baik secara spirituality, pada waktu itu dengan menbacakan paritta-paritta suci dari Tirokuddakanda suttam dan Pattidana untuk pelimpahan jasa kepada leluhur yang telah meninggal dunia.Sampai dengan disediakan oleh panitia atau anggota muda-mudi untuk menuangkan air suci yang telah dibacakan dan dituliskan kedalam air untuk pelimpahan jasa dengan mengelilingi satu bentuk gunung, terbuat dari disain yang mirip dengan gunung benaran yang kemudian gunung yang dicat warna keemas-emasan, dirancang sekian rupa dengan dibawahnya ada seperti kolam yang mengelilingi gunung dan tentunya dibarengi dengan karya seni yang mirip dengan gunung aslinya.

Bunga-bungaan tersebut, sampai dengan pemimpin acara spirituality dari Pattidana itu, tentunya dari anggota sangha yaitu bhante candasilo yang memimpin upacara dari pelaksanan dari Pattidana untuk pelimpahan jasa, untuk uluran tangan yang membutukan bantuan dari sanak keluarga yang membutukan pelimpahan jasa, keluar dari bakti sala membawak sebotol air suci yang dibacakan paritta bersama umat yang ada, sambil menbacakan paritta suci dari pattidana itu sambil mengelilingi gunung dan menuangkan air suci, mengelilingi gunung yang disiapkan untuk pelimpahan jasa sambil meniatkan yang dipancarkan dari pikiran dan batin, untuk tujuan ada yang ingin dicapai dari apa yang diniatkan masing-masing, pelimpahan jasa tersebut.Tujuan supaya ada sanak keluarga yang telah meniggal dunia baik yang masih dialam tiga samsara, dialam peta seperti setan, setan kelaparan, setan gentayangan dan mungkin arwah leluhurdari nenek dan kakek yang membutukan uluran tangan, dari sanak keluarga untuk membantu berbuat kama baik untuk terlahir kembali dialam-alam bahagia.

Sampai dengan kembali kedalam sala, untuk kemudian pelaksanan dari spirituality dari acara, pelaksanan membaca paritta suci dari pelimpahan jasa Anumodana. Bhante tentunya saya sendiri yang membaca paritta suci dari paritta suci dan sampai selesainya, acara spirituality pelimpahan jasa dari Tirokuddakanda suttam dan penutupan.

Namo tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhasa 3x

Puji syukur kita panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa dan Ti-Ratana, bahwa diberi kesempatan untuk mengabdi, menyebarluaskan Ajaran sang Buddha melalui cerita Dhamma yang bermanfaat.Tekat yang pertama berjanji kepada diri dan beraditana bahwa, melanjutkan sekolah  formal atau sekolah nonformal,  mengalami kesulitan selalu berusaha bangkit kembali, tetap sekolah dan belajar, karena bertekat untuk sekolah tinggi dan sekolah baik kesulitan apa yang terjadi. tekat berjanji masa kecil misalnya seperti ini ” sampai saya bertekat dan berjanji kalau saya dihalangi sekolah di dalam negeri saya akan bertekat sekolah diluar negeri baik dengan berbagai cara pokonya tetap sekolah dan dapat gelar sampai mati aku tetap sekolah dan sekolah begitulah saya berjanji”. Jadi beginilah sekilas kehidupan semasa kecil yang ceritakan dalam tulis.

Nah…………….? Kembali kehidupan di dalam Spiritaulity  sebagai seorang bhikkhu yang diajarkan oleh sang Buddha untuk berusaha bangkit dan berjuanglah mencapai kesempurnaan, ilmu pengetahuan Dasar dari semua ilmu pengetahuan yaitu Dhamma. Kenegeri Thailand dan sekolah formal dan nonformal di hutan dari ajaran  agama Buddha, ditakbis jadi seorang bhikkhu disamping itu “bertekat kalau punya parami  bisa sampai ke Negara Eropa tentutnya mungkin Amerika atau Jerman berjanji akan belajar lagi, beraditana sekolah ilmu pengetahuan barat dan dapat gelar(Dughter)”, kira-kira bertekat dalam hati.  Melanjutkan sekolah  cita-cita  benjanji kepada teman, kira-kira seperti ini “karena kalau janji kata orang tua itu adalah hutang“, cerita masa kecil misanya seperti ini “, apalagi  dulu semenjak saya kecil suka mengatakan sesuatu selalu dengan perkataan keramat……..?dan saya ucapkan ……….Keramat………?apa itu……keramat……….?”, tidak mengerti pada waktu itu kalau marah…………..!hal sambil tersenyum, “sesuatu selalu diawali dengan kata keramat……….?”kaget sedikit …….?piring makan yang terbuat dari kaleng pada waktu itu, bersama nasi dan ikan yang dikopek halus-halus, tercecer sedikit dan kucing yang ada pada waktu, bermain kian kemari memang pada waktu, keadaan yang sangat sulit sekali pada waktu itu, rumah terbuat dari bamboo tepas, ijuk sebagai alas gentengnya “seperti cerita koping ho saja“. Kemudian  ingat sampai sekarang  tak pernah terlupakan, melanjutkan kehidupan Spirituality, yang dijalankan sekarang untuk kehidupan sebagai Bhikkhu. Hanya seperti sang Buddha meninggalkan makotanya sebagai seorang pangeran dari suku sakya dari keluarga Gotama, yang memiliki segalahnya dari kehidupan yang mewah untuk melati diri, akhirnya mencapai penerangan sempurna Samasambodi jadi Buddha, belajar untuk  milliki sebagai Bhodicita.

Sekian beragam pelatihan dan latihan keBhikkuan ditekuni,  mulai perjalana dari awal menjadi  samanera sampai ditakbiskan seorang Bhikkhu, Negara Thailand guru pertama Bhante Yang Mulia JinnaDhammo Maha Thera, latihan sammanera di Kassapa satu tahun dan kemudian untuk berangkat kenegeri Thailand, melanjutkan study sebagai bhikkhu. Awalnya kami berangkat dengan pesawat Airasia, sampai kenegara Malaysia dan transit kepesawat kedua dengan pesawat yang berbeda, melanjutkan penerbangan kenegara Thailand, sampai ke Bangkok dan kami ginam di Wat Bho Wen, bisa tinggal 3tiga hari bagi pendatang terutama dari orang Indonesia, jadi kami meginap di kuti bhante Won, setelah melanjutkan perjalan ke Adhuttaya Wang Noi di Universitas Maha manggkut, tinggal disana selama satu 1 minggu, melajutkan perjalanan ke Buriram Propinsi, tinggal disana dan ditakbiskan menjadi Bhikkhu, cerita memasuki masa vassa selama 2 tahun disana, kembali lagi ke Negara Indonesia dan melanjutkan Spirituality dari ajaran agama Buddha ditekuni dan memasuki masa wassa yang berikutnya yang berada di Medan tentunya di Cetiya di Mahasampatti.

Berhubungan dengan pekembangan kehidupan dijumpai masalah, satu masalah kemasalah yang satu, menjalankan kehidupan spirituality dari Buddha selalu mengikuti tradisi “Vinaya”, menjalankan dengan pelaturan-pelaturan dari Vinaya tersebut, terutama dari setiap pelaturan mengikuti Vinaya, masa Vassa bagi para bhikkhu yang melaksanakan masa Vassa,peraturan dari Vinaya Vassa yang lebih tinggi baik masa vassa yaitu senior  lebih tinggi masa vassanya 3 tiga dari seniorvassanya, kemudian ditunjuk sebagai pembimbing/memimpin semua acara tradisional, untuk latihan bhikkhu dimasa vassa berupa Chengting dan meditasi sampai menberi Dhammadesana atau kotbha dhamma. Setelah selama tiga bulan, senior membimbing  junior.

Hubungan spirituality dengan Meditasi dan science ilmu pengetahuan psycology, tentang perubahan pikiran-pikiran yang terjadi, setiap pikiran yang muncul baik satu negative dan  positive dapat menpengarui oleh mental dan emosional dan jiwa, dapat dilihat dari semua permasalahan yang timbul, lingkungan hidup itu tentunya berbeda dari peradapan seseorang, bagi makhluk hidup berada dengan satu putaran pikiran dalam hitungan detik antara satu negative dan positive dari akan berubah terus menerus, muncul pikiran baru yang berubah-ubah terus dan menerus, istilah disebut dengan Psychology religion of source dengan digabung dengan rangkaian spirituality, tentunyan positive berhubungan dengan Tuhan yang Maha Esa, sedangkan yang negative berhubungan dengan alam bertua dan kepercayan tentang alam rendah, aninisme yang salah satunya dengan kepercayaan tentang adanya hubunyan dengan fonomena alam gaib, alam metafisika yang semua energy dapat berhubungan dengan adanya satu gerakan kehidupan, setelah kehidupan manusia berbentuk ini.

Berawal dari  mengatur hidup kearah mana tujuan yang inginkan dari semua permasalahan, keinginkan baik atau buruk sampai dengan menciptakan permasalah, “muncul dari diri sendiri atau dari diluar diri sendiri”, terjadi disetiap kehidupan manusia yang hidup berdampingan, manusia lainnya yang saling mempertahankan kehidupan demi kehidupan, seperti kehidupan yang di Indonesia, karena orang Indonesia jadi masalah yang diceritakan tentang kehidupan, berhubungan dan beradaptasi, apalagi kepercayaan berserta dengan kepercayan lainya, sampai dengan hubungan interaksi  hidup berdampingan sesamanya di dalam kehidupan kita sehari=hari.

Psychology timbul dari kehidupan manusia setiap hari, baik dari masyarakat perorangan, masyarakat berkeluarga, masyarakat kelompok, masyarakat organisai. Psycology  berawal dari individu tak terhitung banyaknya, setiap individu hidup di dunia ini dengan beragam permasalah timbul setiap hari-hari, disini menceritakan tentang Psychology kehidupan menjalankan kehidupan Sprituality, dahulu karena manusia hidup tidak sendiri, bekelompok, mendapatkan informasi dari semua masalah, tentunya dibantu oleh istansi-istansi- tertentu dari informasi tersebut salah satunya informasi dari media cetak, media elektronik, bahan masalah psychology kalau mau data-data kehidupan manusia, di dalam kehidupan psychology, dibaca dan dipelajari gejolak kehidupan manusia, tentunya sebagian kehidupan berasal dari kehidupan sehari-hari, manusia berbeda-beda dan tidak sama, karena lingkungan manusia hidup tidak sama, cerita psychology setiap manusia pasti sudah berbedah-bedah. Kalalu  dambil semua cerita phisikology, istansi dapat buku setiap hari itu sudah pasti ada. Kemudian dari semua sisi kehidupan manusia ada yang pelaksanannya berawal dari kehidupannya pribadi, kemudian tinbul psychology kehidupannya sehari-hari yang tercatat sebagai awal, ilmu psychology yang ada di dunia psychology of human ini.

Kembali dari ke Sprituality dari Buddha yang di jalankan dari setiap perjalan spirituality, maka sebahagian dari ilmu psychology dapat dijumpai dari kehidupan sehari-hari, kehidupan lingkungan phisikology setiap manusia dapat kita catat simpan jadi bahan cerita dan jadi buku( assessment), ini tentunyan tidak luput dari dukungan lingkungan yang dihadapi setiap hari, berada ada satu hal perlu dilihat dari dalam, dikeluar itu adalah suatu ilmu pengetahuan yang diperoleh, dicatat dikehidupan sekarang kehidupan berikunya, tidak luput dari tanggu jawab.

Seperti menjalankan suatu spirituality dari Buddha adalah perjalan, berawal dari memberi kesempatan untuk melatih diri dari, pelajari setiap hari yangbeawal dari diri sendiri, menpelajarinya dengan muda, disamping itu menambah ilmu pengetahauan yang ada, sampai terciptanya suatu ilmu pengetahuan yang baru, seperti pelaksanan Meditasi yang intruksikan cara baik, untuk melaksanakan Meditasi dari dasar. Ilmu pengetahuan tentang Meditasi yang akhirnya dapat dipraktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari, sangat berguna untuk kehidupan berada untuk melatihnya setiap hari.

Pelatihan dan latihan dapat  diikuti apabila pelaksanan suatu program Meditasi berjalan seperti pelaksanan Meditasi Athangga sila

Dalam waktu bersaman dari bulan dan hari masa Vassa sangat baik untuk satu hari, tentunya pelaksananya berawal dari cetiya Mahasampatti, kemudian dilaksanakan dengan  awal yaitu berdana makan di waktu pagi hari, sewaktu para bhikkhu lagi melaksanakan spirituality pindapatta kegiatan sehari-hari seorang Bhikkhu, bagi umat dapat berkesempatan untuk berbuat baik untuk berdana makana, setelah  bersamaan dapat memohon sila kepada para bhikkhu yang ada, pelaksanaan dilaksanakan sempurna dan selanjutnya kotbha Dhamma, melaksanakan awal dari Meditasi / samadi yang di program dan petunjuk-petunjuk awal suatu Meditasi dan dilaksanakan dengan baik sampai selesai kelanjutanya, istirahat untuk para Bhikkhu untuk melaksanakan Meditasi tidur.

 Selama latihan dan pelatihan ke Bhikkhuan dapat dijumpai dan dipelajari adalah Vinaya yaitu peraturan – peraturan, tentunya vinaya dapat diperajari baik banyak Spirituality di dalam Agama Buddha, kehidupan baik diluar kehidupan seorang manusia, akan tetapi (science) ilmu pengetahuan yang dapat diketemukan seperti ilmu pengetahuan (science) dari spirituality dari Buddha, tentunya dari Dhamma rangkaian kehidupan demi kehidupan yang dijalankan, tentunya kehidupan spirituality kehidupan sehari-hari, kehidupan rangkaian masyarakat hidup di dunia dan alam semesta ini.

Yang tentang masalah untuk berbuat baik sampai sutra-sutra kotbha atau Dhamma yang sampai ke Tripitaka, dasar dari ilmu dalam Agama Buddha, terdiri dari Vinaya pitaka, Abhidamma pitaka, Suttanikaya pitaka dan tentang kotbha sang Buddha, terbentuk jetaka sutta cerita kehidupan riwayat sang Buddha, riwayat hidup para Bhikkhu semasa sang Buddha masih hidup 2552 tahun yang lalu itu. kemudian vinaya pitaka biasanya dipakai untuk pembacaan dihari oposatta, hari untuk para Bhikkhu untuk melaksanakan cara gocara dalam pelaksanan pembacan dari Vinaya, peraturan dari para Bhikkhu disebut dengan pembacan Pattimokkha antara penanggalan bulan tanggal 1 sampai tanggal 15 setiap bulan, bisa pelaksanaan di Oposattagara kalau di Negara Thailand Oposattagara sangat banyak ditemukan di Negara Thailand,  besar-besar dengan gedung yang dilengkapi dengan disain tradisi Theravada Thailand, ada dua aliran yaitu aliran Theravada Dhammayut dan aliran Mahanikaya tentu warna jubah  berbeda, cuman gedung Vihara  besar-besar untuk menampung para Bhikkhu, di hutan baik ada yang kota kalau dilihat setiap tample atau vihara ada dijumpai satu Oposattagara baik dihutan baik di kota,  tentunnya kalalu di Negara Indonesia untuk menjumpai satu gedung Oposattagara , mungkin dapat dihitung dengan jari tangan, itu pun dari aliran Sangha Theravada Indonesia, Sangha Agung Indonesia sudah ada Oposattagara juga.

 Gerbang untuk melaksanakan  vinaya pitaka  tentunya dari phatimoka peraturan para Bhikku yang dibaca oleh bhikku yang bisa pattimokkha, selanjutnya yaitu pelaksanaan seorang Bhikkhu untuk memasuki dan mempelajari Abidhamma pitaka tentunya tentang khotba Sang Buddha dan khotba pra Guru besar seperti dari somthet sanga raja, chou kun yang disini long po atau seorang guru, prakkhu yang disini Achan dan pra bhikkhu. Khotba dhamma dilaksanakan setiap hari dalam acara gocara dari Spiritualit tradisoanal Therawada.

Para Bhikkhu vassa dibawah Achan, mendengarkan khotba atau cerita Dhamma dari para guru long po, tentu bersama dengan umat yang ada di dalam temple atau vihara itu, Abidhamma dapat dipraktekkan di dalam kehidupan sehari-hari, Abidhamma diwaktu Chenting pagi hari dan Chenting malam hari, khotba dhamma dapat dilaksanakan pada waktu itu, sampai dengan waktu makan pagi, setelah pindapatta acara makan bersama tentunya bersama umat untuk persembahan makanan kepada bhikkhu, hadir untuk berbuat baik untuk berdana makanan divihara, sampai juga undangan makan diluar dengan umat dan upacara riual baca paritta suci, orang berkabung atau orang meniggal, acara di dalam pelaksanan chen ting malam untuk para Bhikkhu yang tentu murid-murid dari long po.

 Hingga kalau pelaksanaan dari suttanikaya pitaka, disini tentunya dipakai untuk pelaksanaan dari acara dari Spirituality untuk menbaca paritta suci dari suttanikaya pitaka ini adalah sutta-sutta dari paritta suci yang dibaca setiap hari, oleh para Bhikkhu dan umat yang tentu sudah tersedia, umat yang beragama Buddha. Sampai pelaksanaa dari Meditasi yang kewajiban dari seorang Bhikkhu yang harus dijalankan, disini para bhikkhu dapat melaksanakan meditasi, tentunya di dalam temple atau vihara para Bhikkhu melaksanakan meditas,i baik dalam kuti atau di dalam hutan, kalau dinegara Thailand bhikkhu banyak yang dilihat dan didengar hal tentu tentang Bhikkhu wak thu dong, sini diartikan dengan Bhikkhu yang bermeditasi di dalam hutan, kemudian berpidah-pindah atau ada yang menetap di dalam hutan tertentu atau di dalam hutan atau (guo) di dalam hutan tertentu, dijumpai dengan tample atau vihara baru berasal dari dalam hutan, maka di Negara Thailand terkenal dengan vihara hutan atau (Temple jungle) yang setiap hutan, dapat dijumpai dengan adanya vihara hutan, baik yang besar atau baik yang kecil, karena di Thailand  Bhikkhu sangat banyak dan lokasi daerah atau tanah hutan luas terbentang yang tentunya penduduk disana terbagi rata, latihan untuk memasuki massa vassa kalau di Thailand untuk melaksanakan acara spiritualitiy, acara mamasuki acara vassa yang dihadiri oleh para Bhikkhu yang ada pada waktu itu, seperti halnya kalau di Thailand tentunya seorang Bhikku melaksanakan Pradaksinapatha.

Nisaya untuk pemohonan dan pelidungan oleh para guru disini long po atau achan selama masa vassa, disuatu tempat dan beraditana untuk melaksanakan masa vassa selama tiga bulan, massa penghujan untuk menetap disuatu vihara atau di dalam hutan yang tentunya sini vihara hutan. Berdiam di dalam hutan atau vihara selama tiga bulan dan mengikuti spirituality chenting dan Meditasi, seperti halnya pelaksanaan massa vassa yang satu  seperti dilaksanakan di vihara hutan yang dijalankan salama dua tahun di negara Thailand yang pertama dijalankan di what Tum Po di propinsi Buriram dengan long po. Vihara hutan di tempat prakku dari Jerman dengan long po yang berbeda dengan nama long ponya long Pos Sam wan dilaksanakan massa vassa selama tiga bulan, selesai dan memasuki masa khatina selama sebulan, spirituality sampai ke chiang mai propinsi selama seminggu sampai kembali ke What Tum PO Temple dimana kembali guru di Thailand.

Dari perkembangan ajaran Sang Buddha sangat penting adalah: Panna yang arti dari bahasa pali yang kebijaksanan dari perbuata sehari-hari, perjalanan terutama spirituality dari religius kehidupan,  dapat dipraktekkan dalam latihan spirituality ,terutama kegiatan kotbha dhamma atau dhammdesanna yang mengelolah isi cerita, datang dari dalam maupun datang dari luar batin, dikembangkan setiap hari baik dari Cheng thing sampai Meditasi, spirituality sangat berguana dan bermamfaat, terutama dari acara  dari spirituality dari undangan makan, sampai dengan berdana makan untuk para bhikkhu yang melaksanakan spirituality dari ajaran Buddha, ilmu pengetahuan yang dari rangkaian kehidupan manusia dan masyarakat, dapat di dalam kehidupan baik kehidupan keluarga baik masyarakat desa dan kota ilmu pengetahuan dhamma dapat rangkaian dari ilmu secara menual setiap kehidupan, sejak itu dapat dikembangkan dari situasi disaat itu.

Biasanya setiap umat berdana makanan baik di pagi hari sewaktu para Bhikkhu melaksanakan pindapatta dipagi hari, maka kesempatan dan berkesempatan kepada umat yang ingin berbuat baik untuk menanam buah karma baik bedana, kehidupan setiap umat manusia tentunya umat yang berumah tangga sangat baik, berguna untuk berdana makanan kepada orang yang tepat, waktu yang tepat kepada Bhramma Acariya, tentunya disini para Bhikkhu yang menjalani spirituality dari ajaran sang Buddha, bermamfaat bagi yang berdana makan diwaktu yang tepat terutama waktu jam makan para deva .

Ada  umat yang sama ada umat yang datang dari mana saja, baik dari dalam umat cetiya sendiri ,baik dari umat yang datang dari luar cetiya, jadi setiap hari dana makan ada yang berdana, untuk menanam buah karma baik dari setiap umat, ingin menambah berbuat baik dengan tujuan dan niat tentunya dengan tulus dan niat yang baik, kehidupan umat sendiri dari setiap masalah, ada umat berbeda-beda dari setiap problema kehidupan yang tentunya umat yang berumah tengga. Kehidupan manusia disetiap kehidupan masalah yang dijumpai selalu tidak sama, ada yang sama itu hanya kebetulan, karena dunia manusia dan mahkluk hidup di dunia ini saling hidup dan mempertahankan hidup, baik dia orang miskin baik dia orang kaya, tidak luput dari semua masalah yang ada baik yang bertikai, bermusuhan, mencintai, menyayangi, benci, irihati, seraka, dan sebagainya dari kehidupan dari kehidupan, berumah-tangga sampai organisasi, kelompok, setiap hari untuk  kebahagian baik batin dan rohani adalah Tuhan yang Maha Esa yang dipercainya dari kehidupan berada, sejak itu manusia tidak luput dari permasalahan baik dari kehidupan manusia di dalam masyarakat, tentunyan baik dari rangkaian dari desa sampai rangkaian dari  hidup di kota.

Halnya dari kehidupan pelaksanaan latihan dan pelatihan, untuk memulai kegiatan spirituality dari ajaran sang Buddha, untuk menanam buah karma baik dengan berbuat baik sesamanya, berada baik orang miskin baik orang kaya dapat berbagi rata untuk berbuat baik, seperti bisa pra bhikkhu dalam pelaksanaan di bulan vassa kegiatan yang dilakukan setelah pindapatta, kegiatan dilakukan setiap hari dari kehidupan spirituality yaitu dengan program extra spirituality dari kegiatan, dengan berdana bersama dari hasil pindapatta kepada parkir miskin, rumah jompo, panti asuhan, panti asuhan tuna netral atau panti asuhan tuna rungu dan panti asuahan, yatim piatu dan lain lain dalam program baksos. Seperti halnya dengan parita suci yang dibacakan oleh para bhikkhu, setiap selesai umat berdana baik makan, baik bentuk kelangsungan kehidupan sesama dan berbagi berbuat karma baik.

Paritta suci Pelimpahan jasa sebagai berikut ini ;

yatha varivaha pura, Paripurenti sagaram, Evameva ito dinnam, Petanam upakappati , Icchitam patthitam tumham, Khippameva samijjhatu, Sabbe purentu sankappa, Cando pannaraso yatha mani jotiraso yatha, Sabbitiyo vivajjantu,Sabbarogo vinassatu, Ma te bhavatvantarayo,Sukhi dighayuko bhava,Abhivadanasilissa, Niccam vuddhapacayino, Cattaro dhamma vaddhanti, Ayu vanno sukham balam, Bhavatu sabbamangalam, Rakkhantu sabbadevata, Sabbabuddhanubhavena, Sada sotthi bhavantu te, Bhavatu sabbamangalam, Rakkhantu sabbadevata, Sabbadhammanubhavena, Sada sotthi bhavantu te, Bhavatu sabbamangalam, Rakkhantu sabbadevata, Sabbasanghanubhavena.

Yang artinya disini dengan bahasa Indonesia :

Laksana sungai-sungai yang melimpah airnya memenuhi samudera,demikian pula dengan yang diberikan disini akan memberi manfaat kepada para arwah yang menderita. Apapun yang anda harapkan, Semoga dapat segera terwujud! Semoga semua cita-citamu akan tercapai, Semoga terhindar dari semua kemalangan(duka-cita). Semoga terbebas dari semua penyakit. Semoga terbebas dari semua mara bahaya. Semoga anda panjang umur dan bahagia. Akan mendapatkan empat berkah dan kemuliaan,yakni Umur panjang ,kecantikan,kebahagian dan kekuatan. Semoga semua berkah ada pada anda. Semoga para deva melindungi anda. Dengan kekuatan semua Buddha. Semoga kesejahteraan melimpah pada anda Semoga semua berkah ada pada anda Semoga para deva melindungi anda

Dengan kekuatan semua dhamma Semoga kesejahteraan melimpah pada anda Semoga semua berkah ada pada anda Semoga para deva melindungi anda Dengan kekuatan semua sangha Semoga kesejahteraa melimpa pada anda

Demikian pula dengan perbuatan baik yang selalu diniatkan oleh Metta (cinta kasih sesama makhluk hidup) setiap hari tentunya dari awal tujuan apa yang di laksanakan, untuk berbagi memolong sesama dari penderitaan baik tujuan apa yang diberikan kepada orang, program kelanjutan dan tujuan yang bejalan sesuai ajaran sang Buddha. Kemudian setelah pindapatta untuk makan pagi di dalam cetiya  ada melaksanakan suatu program, program tersebut dapat dilakukan dengan baik yaitu :program pindapatta keliling komplek metal yang dilaksanakan dari metal 1 sampai metal 9 dengan sampai berakhir di lapangan bolabasket di kolmplek Cemara Asri. Pelaksanaan dan dana yang terkumpul baik makana ringan, beras, indome, dan sebagainya dikumpulkan menjadi satu kemudian diblessing dengan pemberkatan oleh para Bhikkhu kemudian dana yang terkumpul, didanakan kembali kepada parker miskin, panti jompo, panti tuna netra, panti anak yatim piatu, dan panti asuhan, sampai pelaksanaan dengan melanjuti acara pembagian dana makan kepada suster, pemimpin  pembagian sembako dana makan, untuk panti asuahan itu dan baik terlibat di dalamnya untuk melaksanakan dana makan kepada panti asuhan,  mengikuti acara sampai pembagiannya rata untuk panti asuhan yang ada sekitar kota ?. Medan tentun progam berjalan dengan baik dan berkelanjutan sampai progaram yang berikutnya, yang rencana program pindapatta di lokasi jl panjang dari Cetiya Mahasampatti keliling jl Thamrin sampai kembali lagi ke Cetiya Mahasampatti, kemudian rencana dana dari hasil pindapatta tersebut, akan sama dibagikan kembali ke panti-panti yang ada di kota Medan ini.

Dalam pelaksanaan masa vassa di cetiya Mahasampatti memasuki tahap kebulan kedua yang dijadwalkan selama tiga bulan, ada pun kegiatan yang dilakukan seperti biasanya yaitu dengan pelaksanan Cheng thing baca paritta suci,  pelaksanaan Meditasi yang dilakukan setiap hari. Pindapata setiap hari yang dilakukan sebagai tugas atau sebagai kewajiban, setelah vinaya dan sila dilaksanakan dengan baik, akan tetapi tanyak jawab yang dilakuakan dapat dilakukan dengan tempat dan waktu yang ada, biasanya tanyak jawab dapat dilakukan dengan baik setelah selesai Meditasi.

Hingga kalau pelaksanaan tanyak jawab dapat dilakukan dengan umat, tentunya dapat dilaksanakan dengan berbagai pertanyakan yang ada pada saat itu, seperti halnya dengan umat yang datang pada waktu Meditasi atau datang pada waktu berdana makana, untuk para bhikkhu lalu pertanyakan dapat di tanyakan dengan para bhikkhu yang ada saat itu, contohnya seperti kegiatan yang dilakukan spirituality setiap hari dengan umat, bertanyak tentang kehidupan tentunya kegiatan dari PTT yang artinya bekerja langsung ketempat-tempat yang membutukan pertolongan baik di lapangan baik diluar lapangan, adapun kegiatan kerja lapangan dapat langsung praktekkan tugas tempat Psychology, tanyak jawab tentang masalah yang timbul dari setiap kehidupan, baik yang buruk dengan permasalahan yang ada pada umat manusia, tentunya karena disini sesama umat manusia yang ada. tentunya fisioterapi tentang Psychology dapat dilaksanakan dengan baik. Ikut serta dalam pelaksanaan dan pelatihan serta latihan dengan itu, dapat dilakukan dengan mengikuti berbagai kegiatan, tentunya menolong , meyelamati sesamanya yang menbutukan pertolongan dengan baik yang di desa terpencil, desa dan kotan yang ada untuk menolong pakir miskin di perdesaan, masyarakat desa terpencil sampai masyarakat desa dan kota. kemudian di dalam Psychology religion of source untuk umat Buddha, tentunya dengan didasari dengan ajaran sang Buddha, sebagai guru jujungan  yang sempurna, maka ajaran dan penyebaranya ilmu pengetahuan dhamma ajaran sang Buddha dapat di praktekkan dengan baik, untuk menolong sesame manusia yang membutukan pertolongan.

Jika akan memperdalam ilmu pengetahuan dari ajaran sang Buddha, tentunya dengan giat praktek berlatih, belajar, tentang kehidupan demi kehidupan yang ada, meskipun semua berawal dari dasar ilmu pengetahuan yang ada, tersimpan sebagai bekal kehidupan yang akan datang tidak luput dari praktek lapangan yang ada, baik berpindah dan berpindah tempat itu tak masalah, apa lagi praktek yang sering dipraktekkan berpinda tempat dari desa terpencil, desa, kota sampai berpindah antar bangsa, sekolah lagi di Negara besar, eropa barat seperti Amerika Serikat, ilmu pengetahuan yang lebih maju. Seperti dengan praktek lapangan dengan PTT dengan praktek tugas tempat yang berpidah-pindah dengan propesi dan tentunya dengan kealihan,  ada baik praktek umum dengan kondisi yang situasi yang ada.

Pelatiahan spirituality dari ajaran sang Buddha dari acara Sprituality of religion of source, yang tentunya dari kegiatan dari spirituality dari setiap hari, dapat diceritakan dan ditulis dengan dhammadesana, cerama, atau kotbah yang kemudian tanyak jawab sampai dengan talk show, seminar tentang science Dhamma dan problem atau masalah dengan kehidupan umat berumah tangga, berbagai lingkungan kehidupan sehari-hari dengan konsultasi tentang kehidupan baik yang positive baik negative, berganti setiap hari.kadang-kadang kehidupan tidak luput dari penyakit masyarakat yang sering tinbul, akibat dari persaingan hidup baik orang miskin dan orang kaya yang saling mempertahankan hidup setiap hari, jadi timbulnya penyakit baik yang lama dan yang penyakit baru, penyakit dalam dan penyakit luar itu hanya kebisaan hidup saja. Tugas tempat langsung dengan dhamma desana yang artinya disini, membabarkan ajaran sang Buddha dengan dhamma dari desa-kedesa, baik desa yang terpencil sekalipun dari bimbimgan dhamma sebagai obat mental dan spirituality dapat bimbimgan.

Lihat kembali kehidupan dari setiap sisi kehidupan dapat diraih dengan KARUNA(belas kasihan sesama makhluk hidup) Bermacam-macam pelaksanan dari pelatihan dan latihan yang ada sampai PTT, praktek tugas tempat langsung dengan penuh belas kasihan sesama makhluk hidup, dengan terjun langsung PTT praktek tugas tempat dengan belas kasih menolong manusia, tentu disini yang membutukan pertolongan dari uluran tangan dari kehidupan-kehidupan, patut ditolong dengan berbagai kegiatan-kegiatan social yang ada dengan belas kasih menolong orang tua, sanak keluarga, famili, guru, kawan-kawan dan orang-orang yang membutukan pertolongan, pakir miskin, panti-panti asuhan, panti-panti jompo, panti-panti bencana alam sampai panti-panti social dari kecelakan lalu lintas baik besar dan kecelakan yang kecil, cacat mental, cacat tuna rungu, cacat fisik dari kecelakan dan sebagainya,  kehidupan sesama manusia baik pengobatan gratis dan donor darah yang diadakan setiap program untuk menolong makhluk hidup yang menbutukan pertolongan.

Cari kehidupan yang benar sangat berguna di dalam kehidupan sebagai manusia, untuk saling mempertahankan kehidupan demi kehidupan yang ada, sampai dengan pertikaian yang ada dari satu hal yang sepeleh sampai hal yang penting, yang tentunya dari setiap cerita kehidupan dari setiap kehidupan sangat banyak dan berbeda sampai dengan permasalahan badan hukum, berlaku di Negara Republik Indonesia ini. pelangaran –pelangaran sering terjadi baik yang disengaja baik yang tidak disengaja, itu bisa terjadi dari semua lingkungan kehidupan manusia ini.

Dengan demikian setiap masalah yang ada sampai dengan satu cerita tentang kehidupan dari manusia dengan manusia, sering dijumpai dengan bermacam-macam persoalan yang ada, misalnya dengan kejadian yang sering terjadi, yaitu dengan pertikaian antara manusia dengan kesenjangan social,  timbual akibat dari sikaya dan simiskin saling menimbun hasil kekaya dengan dali berbagai cara, tentunya ada dengan ekonomi, berdagang, sampai dengan melanggar hokum. Akhirnya saling berhubungan dengan baik sampai dengan bertikai dengan sesamanya, untuk mempertahankan kehidupan yang akhirnya terjadinya pencurian, perampokan, peganiaan, pembunuhan yang semua manusia tidak terhindar dari semua kehidupan yang saling berdampingan. Begitu banyak, tidak luput dari loba, moha, irsia dan tanha, artinya jalan salah dengan pandangan yang salah dari loba keserakahan kemudian tujunan yang salah,  yaitu moha kebencian dengan keingina hawa nafsu yang berlebihan, sampai dengan tibulnya irihati yang diakibatkan ketamakan tanha, terjadinya sesuatu masalah yang akibat dari satu piring nasi, melanggar sila yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan dari sila pertama dari pancasila yaitu : Panatipatta veramani sikkhapadam samadiyami dan sampai bentrok antara sesama kawan atau sanak famili baik adik dan abang sampai keluarga dekat dan keluarga jauh, sampai bentrok antar suku ,sampai bentrok antar bangsa dan sebagainya dan begitu juga dengan terjadinya adinnadana veramani shikkapadam samadiyami terjadinya pencurian yang mengakibatkan kerugian baik berbagai pihak dan begitu juga dengan tejadinya kamesu micchacara veramanai sikkhapadam samdiyami berbuat perzinahan yang terjadi didalam keluarga yang tentunya suami yang selingku atau isteri yang selingku dan begitu juga dengan tejadinya musavada veramani sikkhapadam samadiyami yang terjadi di dalam keluarga atau diluar keluarga yang mengakibatkan bohong sana bohong sini dan ucapan yang tidak benar sampai dengan sura meraya majja pamadattana varamani sikkhapadam samadiyami yang terjadi di dalam keluarga yang mengakibatkan mabuk minuman keras yang menbuat lemahnya kesadaran. Eloknya lebih baik untuk menjalankan sila supaya kehidupan lebih baik, supaya terhindar dari permusuhan yang timbul akibat lalainya kehidupan, tentunya dengan belas kasihan sesama manusia dengan menolong sesama manusia, dengan berbagai cara yang ada di dalam kehidupan manusia tentunya saling menolong kalau menbunuh, mencuri, berzina, berbohong, minuman keras ada akibatnya yaitu dihukum, seperti menolong dengan belas kasih supaya tidak membunuh makhluk hidup, seperti mencuri menolong dengan belas kasih supaya tidak mencuri, seperti berzinah menolong dengan belas kasih supaya tidak berzinah, seperti berbohong menolong dengan belas kasih supaya tidak berbohong, seperti minuman keras menolong dengan belas kasih supaya tidak minuman keras.

Jadi dari semua kehidupan sesame manusia banyak yang didapat dengan Mudita(ikut simpati dari keberhasilan orang lain) bersukur atas rakmat dari Tuhan Yang Maha Esa turut simpati dari hari yang dicapai berkat usahanya sendiri baik dari orang lain, ini tidak luput dari lingkungan diman manusia itu hidup bedampingan, beragam suku bangsa yang ada sampai dengan keberhasilan dari ilmu pengetahuan pendidikan, Ekonomi, social, politik, dan kebudayaan dan lain-lain sampai, turut simpati rasa senang dan bergembira melihat keberhasilan orang lain baik didalam kehidupan manusia dan kehidupan diluar kehidupan manusia itu. Cerita tentang kehidupan setiap manusia dengan berbagai kehidupan yang ada, tentunya manusia kehidupan yang berkeluarga dengan berbagai masalah yang ada sampai dengan permasalahan kehidupan ekonomi, kelompok dan polotik dari setiap sisi kehidupan yang ada sampai dengan pemeritahan yang ada. memang setiap manusia tidak semua sama dengan manusia yang lain  sesama hidup dilingkungan yang sama dan hidup dilingkungan yang berbeda, tentunya beradaptasi dengan manusia dan lingkungannya itu, pasti berbeda sama yang lain, kalau ada yang sama itu hanya kebetulan saja, karena setiap manusia dari pandangan jasmani dan rohani pasti ada sifat dan nafsu yang berbeda baik berbagai nafsu dari keinginan, istilahnya apabila melihat sesama teman lagi belajar bersama baik belajar sekolah bersama dari perguruan SD, SMP, SMA tertentu, sekolah universitas dokter, insinyur, ekomoni, social dan politik tertentu, baik formal dan nonformal melihat teman yang jenius ikut simpati, melihat teman lulus ujian dan berhasil mendapat gelar ikut simpati, ikut simpati dan menolong teman yang kurang pintar supaya ikut berhasil, dalam merai keberhasilan baik dalam ujian dan sama-sama merai keberhasilan mendapat gelar dan ikut simpati dan berbahagia.

Demikian juga dengan keberhasilan dalam mencapai kesuksesan di bidang ekonomi yang setiap manusia tidak sama dengan lainya untuk merai keuntungan dengan berbagai bidang yang tentunya tidak sama kalau sama itu program yang diatur secara menual tentunya kembali sifat dan tujuan yang kadang berbeda dengan lainya,misalnya membuka usaha pertokoan baju ada yang berhasil dan ada yang gagal nah kalau yang berhasil dapat dilihat didalam mol atau plaza yang ada,kadang-kadang dapat dilihat banyaknya toko baju yang berjejer yah ,,? Memang dilihat sama sekilas sifat dan tujuan masing-masing tentunya berbeda-beda,sehingga kembali melihat keluarga,pamili,teman,merai keberhasilan atau buka usaha baru dan berhasil ikut simpati dan bahagia turut merai keberhasilan dan sukses.

Eloknya kalau lebih baik lagi setelah merai keberhasilan sukses kaya di segala bidang dengan berdemawan dengan menbatu sesame yang kurang dengan tentunya terbentuknya satu program atau bergabung disuatu program tertentu dam kegiatan social untuk menolong sesamnya dengan berbagai kegiatan yang ada untuk ikut simpati menolong sesame manusia uang menbutukan pertolongan dengan berbagai macam pertolongan tentunya dengan uluran tangan untuk membantu dan menolong manusia yang kekurangan,misalnya dalam kegiatan social untuk menolong sanak keluarga yang tertimpah musibah,kegiatan social berdana ke panti-panti asuhan,panti-panti jompo,panti-panti cacat mental,tuna rungu,tuna wisma,dan lain-lainnya.dan ikut simpati untuk menolong sesame manusia dan ikut bergabung simpati untuk menolong sesame manusia.

Hingga sampai dengan kehidupan sehari-hari yang ada sampai dengan perkembangan dan kemajuan dunia terbelakang sampai dunia maju yang menbutukan perhatihan dan dukungan segenap bangsa dan tanah air yang dari tentunya rakyat yang menjujung kebangsan dan persatuhan untuk menghidupi mayarakat yang adil dan makmur merdeka dan berdaulat sehingga dapat hidup sejajar dengan bengsa lain didunia ini,tentunya tidak luput dari uluran tangan anak-anak bangsa sebagai generasi bangsa yang patut di kembangkan ikut andil dalam pelindungan bangsa dan tanah air supaya Negara dan bangsa ini maju dan berkembang hidup sejajar dengan bangsa lain yang ada didunia ini,tidak luput dari usaha baik yang kecil dan usaha yang besar sampai dengan perkembangan ekonomi bangsa dan tanah air sampai social suku bangsa dan kebudayan didalam politik dalam negeri sampai politik luar negeri yang aktiv dan bebas untuk merail keadilan social seluluh bangsa dan tanah air,sehingga ikut simpati untuk ikut andil didalam lidungan dan pelindungan bangsa dan tanah air dari berbagai penindasan dari dalam dan dari luar. Seperti kegiatan kepemerintahan yang begitu banyak yang membutukan tenaga generasi baik lama dan yang baru di berbagai bidang kepemerintahan baik politik dan social,sehingga sampai dengan tugas-tugas Negara yang diemban dari setiap istansi-istansi yang ada.

Kehidupan dari semua kebutuhan yang telah dicapai sangat sempurna dari UPEKKHA(ketenangan batin yang seimbang) kehidupan ini berlanjut dengan kehidupan berbagai ragam kehidupan yang muncul bersaman baik yang baik dan baik yang buruk tidak luput dari kehidupan lingkungan, berasal untuk mencari keseimbangan tenang dan bahagia hidup yang ada sangat menbutukan perhatian dan latihan dari pelatihan yang ada tersedia, dapat menjalankan kehidupan ini dengan sempurna untuk diri sendiri dan orang lain sampai masyarakat lain. Himpunan dari semua kehidupan dapat dilihat dari perbuatan-perbuatan sehari-hari dari semua kehidupan, lingkungan yang tentunya berbeda sama yang lain, untuk mepertahankan kehidupan demi kehidupan satu kehidupan demi satu kehidupan yang sili berganti, manusia baik hidup di tempat linkungan orang kaya baik hidup dilingkungan tempat orang miskin, itu adalah kehidupan baik ditempat yang baik atau baik ditempat yang buruk, masalah yang sering dijumpai sesama manusia tidak saja beradaptasi sesama manusia, dilingkungan orang baik atau orang jahat, karena semua kehidupan tidak luput dari pergaualan dari orang miskin, orang kaya, orang baik, orang jahat dan lain-lain berbaur sesamanya, untuk mempertahankan kehidupan sesama manusia baik dilingkungan, kehidupan itu berlangsung sesamanya dari kehidupan demi kehidupan .

Ikut andil dalam kebersaman sesaman manusia dengan menolong yang kekurangan untuk menamam buah karma baik, dimana karma buruk yang masa lampau yang  tanam tidak bisa diketahui, jadi untuk keseimbangan dari perbutan untuk menanam buah karma baik, sangat banyak dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari, ikut andil dalam suatu kegitan kelompok tertentu dengan kegiatan berbagai bakti social untuk menolong sesama manusia, tentunya makhluk hidup sekitarnya. Akan tetapi dengan melihat kembali dengan kehidupan dimana lingkungan hidup, yang merasa berkelebihan baik materil, moral, dan waktu untuk menolong sesama manusia dengan kesenangan hati supaya hidup merasa tenang dan bahagia, seimbang dengan kehidupan-kehidupan yang lainnya. Jumlah perbuatan baik dan perbuatan jahat tidak dapat dihitung, manusia masih hidup karena perbuatan jahat dan perbuatan baik sengaja atau tidak sengaja bisa terjadi diman saja.

Yang dapat ditimbun secara sengaja atau tidak sengaja itu bisa terjadi dimana saja….?karena manusia hidup baik yang berkecukupan baik tidak berkecukupan sama-sama menpertahan kehidupan sesama lainya, tentunya tidak luput dari hasil karya yang timbul dan terciptanya karya karya baru dari hasil manusia itu, seperti rumah untuk pelindungan manusia, gedung kantor untuk manusia bisa mengembangkan hasil karya di dalam segalah bidang sebagai pemerintah, mobil hasil karya manusia sebagai alat transfotasi, sampai dengan tentunya sandang dan panggan yang sebagai dasar dari kehidupan manusia apa saja, dari semua suku setempat dan suku-suku bangsa kehidupan diman berada saling saing menpertahan kehidupan, demi kehidupan sesama manusia. Lihat dari kehidupan diman lingkungan kehidupan saling berkompetisi mengembangakan, menciptakan karya-karya baru dari sisi lingkungan, berada baik social, ekonomi, politik dan pelindungan mempertahankan bangsa dan Negara. tentunya dari anak-anak cucu generasi-demi generasi yang diturunkan dari orang tuanya masing-masing untuk melanjutkan kehidupan, demi kehidupan sesama manusia, kemudian kembali kekehidupan manusia seutuhnya, bermoral dan etika kebangsan untuk melindungi bangsa dan tanah airnya tentunya bangsa Indonesia.

Hingga perbutan baik dapat ditanam diladang yang sangat baik yaitu ladang perbuatan baik para bhikkhu yang melaksanakan melatih diri dari hidup suci, tebentuknya berbagai organisasi kelompok social untuk bembantu para bhikkhu untuk menjebarkan ajaran sang Buddha, dhamma, sangha yang tentunya trilatana tiga mestika keranjang dari ajaran sang Buddha. Imbangan dari kehidupan dimana lingkungan hidup dapat tercukupi dengan berbagai masalah, kemasalah yang lainnya sampai dengan masalah positive dan masalah negative, tentunya baik dan buruknya kehiduapan dapat terjadi dimana dan kapan saja,,,?sampai dengan pengaturan peraturan hidup supaya hidup teratur dengan kebutuhan yang mencukupi baik jasmani dan rohani baik materi, moral, waktu untuk menolong, membantu sesama manusia dengan bebagai kesempatan yang tersedia. Supaya hidup ini terasa damai, tentram, seimbang, bahagia, cinta kasih, belas kasihan, turut simpati sama sama senang, dan akhirnya dengan keseimbangan batin yang seimbang dan tenang.

The life of us Buddha within Sprituality Chanting to ,,,,,,,,,,,,,,,,,, ?the Meditation life to nice

by ven.candasilo

By.ven candasilo@yahoo.com

The life within to study the Buddha life here and after since to looking here to human life within society,the problem life here human not will some so good famili life.some tame to see human life within spirituality of the consultation, talk show after Cheng thing to spirituality the Buddha any way is problem not some this one problem human life some to human life,bat I will see here and there need life to science claster human life within question,answer and consultation some to talk show some to human problem.

Hight the life here to human some to looking setting problem life alone,bat will it over the way and see again what problem come here some to introfection the life after since the problem life negative and positive come here let”s is way it to see and study or service show room to problem no’t nice and nice,shold bat it go back to life alone to introfection some to human life within the life here society and brought to science basic for human life some looking here help him self and help human life alone after help together some to friend and human life sociality.

Justice to human life some to help human life within human life is competation problem human some to human life,bat will it not save to problem within hin self after open eye to see alone location do you life within society,after since go back to help some to spirituality to the Buddha and change to talk show science darmma within organication shanga some together to help at human life problem spirituality life here and at to society sociality help human old folks,hause deaf people,human sick not money ,blood donor,after another some help together.

Insert go back to see the job within the way spirituality religion Cheng thing to help some to people, definite have to visualition science phisicology to human life within the society some to read the book Cheng thing spirituality of the paritta pure,bat will it go back to see and consultation after file claster talk show to opening science problem darmma human life,some to looking here my job to prak Bhikkhu to every day to my location stay wihin cetiya at Vihara period vassa three mooth or spirituality of the Buddha .

The life spirituality of the Buddha I’am mast talking my life spirituality of the Buddha system and my job system within spirituality avery day,my life the spirituality of the Buddha I’am very lake that so nice the way within my life some to job help my life and then science help human some together.the mooning day I’am walk up avery day to 04’00 o’clock mooning day after to walk up strat bigan to going now to within sala cetiya or vihara to is read and Cheng thing paritta pure after since to Meditation some to my spirituality of the religion to the Buddha.bat will it definite don’t forget to walk up strat bigan to going now or Pindapatta to play hide eat mooning day,after finis to Pindapatta some togethere spirituality eat mooning day some to people be present some one tame that.

Aften my job spirituality of the Buddha finis going now pindapatta some together within cetiya Mahasampatti and vihara to stay yield pindapatta,after since devide change yield Pindapatta or to help human life within sociality human life old folk,human life house deaf people,human sick no’t money,after blood donor and another some to help human together within society acting nice inflant fruit karmma nice help some human within life here after to as than science fruit karmma nice life to human life within society some friend’s together.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.